Sepenggal Kisah

Aku mengira proses berdamai dengan kenyataan hidup yang menyakitkan ini mudah untuk dilalui. Aku pikir aku tidak akan merasa sakit dan aku pun mengira aku siap untuk menghadapinya. Ternyata, proses ini sangat sulit dan melelahkan.

Aku ingat malam itu, ketika dia akhirnya mengatakan semuanya bahwa dia menyayangiku dan menginginkanku lebih dari sekedar teman, tetapi dia sudah memiliki seseorang dan tidak bisa memutuskan untuk memilih salah satu diantaranya, aku merasa lega sekaligus kecewa.

Lega karena akhirnya semua pertanyaan yang hadir dibenakku tentang sebentuk perhatiannya, kecemburuannya, dan sikapnya terjawab sudah. Dan kecewa, karena harapanku untuk menginginkan dia secara utuh sia-sia.

Pada saat itu semuanya terasa abu-abu. Aku tidak bisa menggambarkan perasaanku seperti apa. Apakah aku harus tertawa atau menangis, bahagia atau sedih, bahkan lega atau kecewa. Aku bingung dengan perasaanku malam itu. Ketika dia mengatakan semuanya, aku hanya bisa tersenyum sumringah dan mengatakan,” Aku baik-baik saja. Jalani saja apa yang sudah kamu jalani selama ini. Aku tidak apa-apa, Totally I’m fine”.

Tapi kenyataannya, aku tidak baik-baik saja, aku sakit, aku kecewa dan aku terluka. Karena aku sadar, bahwa aku cuma selingan dalam hidup dia ketika dia sedang jenuh dengan hubungannya. Aku merasa bodoh, yah aku bodoh! Karena membiarkan dia masuk begitu saja dan aku dengan lengan terbuka untuk menerima segala bentuk pelampiasan atas kebosanan hubungan yang dilaluinya. Dan aku terjebak di dalamnya. Terjebak dengan segala harapan-harapan semu bahwa dia mencintaiku dan berharap rasa itu akan bersatu. Dan pada kenyataannya, itu salah besar.

Sekarang ketika dia sudah merasa cukup dengan selingan itu, dia kembali kepada tujuan utamanya, melanjutkan hubungannya. Dia bisa menlanjutkan hidup tanpa beban dan indahnya lagi, dia tidak sendirian. Sementara aku disini hanya sendiri dan tersenyum pahit. Mencoba menjalani hidup tanpa dia sambil berharap ada sesuatu di balik semua ini. Dan terus percaya bahwa Tuhan punya rencana.

Sambil berjalan aku berusaha untuk memungut kepingan-kepingan hati yang sudah rusak dan berusaha menyatukan dan memperbaikinya. Mencoba bertahan dalam kesendirian itu tanpa adanya pengobat hati. Semangat dan gairah hidup menguap kemana-mana dan sempat terlintas untuk lari dari kenyataan. Tetapi, aku mencoba berdamai dengan kenyataan ini dan mencoba mengerti bahwa ini adalah proses yang sulit. Dan terus berusaha untuk mengerti meskipun ini proses yang sulit tetapi apabila berhasil melewatinya akan membuat langkah hidup lebih ringan.

Kini, aku tidak akan pernah berharap dia kembali kesini karena itu tidak akan terjadi. Meskipun aku sangat menginginkannya, sudah menjadi prinsipku apabila aku terlibat dalam cinta seperti ini, aku lebih memilih mengalah meskipun rasa ini begitu besar. Karena aku sadar, rasa itu tidak bisa dipaksakan, rasa itu mengalir dengan sendirinya. Dan sekarang, semua rasa ini kuserahkan saja pada waktu, biarlah waktu yang mengkadaluwarsakannya.

Buat kamu..

Terima kasih buat sebentuk perhatian itu, genggaman tangan yang menenangkan, dekapan yang hangat, canda tawa itu dan semangat yang kamu berikan. Terima kasih juga karena kamu sempat membuatku dapat merasakan menjadi wanita yang sempurna dan bahagia. Meskipun itu sebentar, tapi aku berterima kasih untuk semuanya.

Dan sekarang, kamu dan aku hanya sepenggal kisah lama yang tidak akan pernah aku lupakan. Agar suatu saat jika aku merindukanmu, aku bisa mengingat-ingat kisah itu. Dan aku harap, kamu juga mengingatnya karena kita pernah menjadi sebuah kisah. Kisah yang manis dan indah, meskipun berujung perih, yang pastinya perih buatku.

Sekarang biarlah kita melanjutkan kisah masing-masing, kamu merangkai kisah dengan dia dan aku sedang membuat sebuah kisah entah dengan siapa. Doakan saja aku di sini menemukan seseorang yang lebih dari kamu.

Thank’s for everything

Advertisements

Suatu Ketika di Sebuah Perjalanan Part 1 (Gunung Kerinci 3805 MDPL)

DSC00296 (2)

Ini sebuah perjalanan menuju puncak gunung Kerinci, tanah tertinggi di Pulau Sumatera. Banyak yang kami dapat dari perjalanan ini, mulai dari kebersamaan, cobaan, persahabatan, bahkan menemukan rumah dan keluarga baru. Tepatnya pada tanggal 11 Februari 2011, tim pendakian yang terdiri dari 7 orang : saya (Dara Sakai), Indah Sakai, Irul Sungkai, Arif Sungkai, Ze EMC2, Rere EMC2, dan Ubi GMPA ITM berangkat dari Pekanbaru pukul 20.30 WIB setelah melaksanakan upacara pelepasan dengan teman-teman Mapala UR.  Kami berangkat dari Pekanbaru menuju  kota Padang dengan travel yang ongkosnya Rp 375.000,-.

Besok paginya, pukul 04.10 WIB kami tiba di kota Padang untuk transit mobil menuju Sungai Penuh, Kerinci. Kami diberhentikan di sebuah simpang yang kata supir travelnya adalah tempat bus lewat menuju Sungai Penuh. Tetapi, setelah ditunggu-tunggu tidak ada satu pun mobil yang menuju Sungai Penuh. Akhirnya kami memutuskan untuk bertanya kepada penduduk lokal. Dan percayalah kepada rekomendasi penduduk lokal. Acapkali, ini lebih valid daripada rekomendasi yang kita peroleh dari buku atau majalah. Beberapa penduduk lokal mengatakan bahwa di simpang ini jarang ada bus yang menuju Sungai Penuh. Kami diharuskan untuk menunggu di simpang Lubek.

Pukul 05.49 WIB kami memutuskan untuk berjalan kaki menuju simpang Lubek. Pelajaran baru yang kami dapat, jangan langsung percaya dengan supir travel, belum tentu apa yang dikatakannya benar. Setelah menempuh perjalanan yang berjarak kurang lebih 3 km, kami sampai di simpang Lubek. Pagi itu dikala menunggu mobil, kami disambut dengan tarian air langit. Yap! pagi pertama di kota Padang, hujan menemani kami. Beberapa calo travel mulai menawari kami mobil menuju Sungai Penuh, tetapi tidak ada yang sesuai dengan ongkos yang kami tawari, dan kami memutuskan untuk mencari mobil lain dan menunggu.

Setelah menunggu sekian lama, mobil menuju sungai penuh juga tidak ada. Atas rekomendasi bang Andre, senior kami yang tinggal di sungai Penuh menyarankan kami untuk menunggu mobil di SPBU Indarung. Akhirnya tim memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju SPBU Indarung dengan menaiki angkot bewarna merah dengan ongkos Rp 2.000,-/ orangnya. Setibanya di SPBU, kembali kami diharuskan untuk menunggu. Saya tidak pernah suka menunggu. Sayangnya, diantara semua harapan dan keinginan dalam hidup, menunggu adalah sesuatu yang tidak bisa saya hindari. Tanpa kita sadari, menunggu adalah bagian dari sebuah perjalanan. Acapkali membuat kita hampir mati kebosanan. Dan itulah yang sedang kami rasakan pada pagi itu. Ternyata, menurut info penduduk setempat bahwa mobil menuju Kerinci mulai berangkat pukul 09.00 WIB. Sepanjang pagi, kami hampir mati kebosanan karena menunggu. Setelah sarapan di emperan toko dengan bekal dari rumah, kami berusaha membunuh waktu dengan bercanda, berfoto dan berbicara dengan penduduk setempat.

Akhirnya kami mendapatkan mobil menuju Sungai Penuh setelah ditelfon bang Andre dengan harga sesuai kantong Rp 50.000,-/orang pada pukul 11.00 WIB. Dan dimulailah perjalanan panjang itu dari kota Padang melewati Solok Selatan dan melewati gunung Kerinci lalu sampailah di Sungai Penuh, kediaman bang Andre tempat kami menumpang. Di sepanjang perjalanan panjang itu, kami banyak menghabiskan waktu untuk tidur dan sesekali melihat pemandangan luar biasa yang disuguhkan Tuhan. Ladang-ladang warga yang tersusun rapi, hamparan kebun teh, bukit-bukit hijau yang menjulang, dan pohon-pohon kayu manis menemani perjalanan kami.

Pukul 19.00 WIB, kami sampai di rumah bang Andre di Sungai Penuh. Kami disambut hangat oleh keluarga bang Andre. Setelah makan malam dan mandi, kami bersilahturahmi ke Mapala STAIN Kerinci (Masker) dan bertemu teman-teman dari mapala Fisipioner, Kalimantan. Setelah puas beramah-tamah, kami memutuskan pulang untuk beristirahat karena besoknya kami akan menuju ke kota Kersik Tuo untuk mendaki gunung Kerinci.

Sore harinya pukul 16.00 WIB, kami berangkat menuju Kersik Tuo dan menginap semalam di rumah saudara Bang Andre yang berada di dekat kaki gunung Kerinci. Berdasarkan rencana awal, yang menjadi leader kami dalam pendakian adalah bang Andre, tetapi karena kondisi kaki bang Andre yang tidak memungkinkan untuk mendaki karena cedera bermain futsal, Rike dari Masker yang menjadi leader kami.

Sesampainya di rumah Pak de, kami disambut hangat oleh keluarga kecil yang sederhana itu. Setelah beramah-tamah sebentar, kami pergi ke tugu macan untuk berfoto-foto di tengah hamparan kebun teh hingga magrib menjelang. Malam pun tiba, kami memutuskan untuk langsung beristirahat guna mempersiapkan kondisi fisik untuk mendaki keesokan paginya.

Menemukan Rumah

Pagi pertama di kota Kersik Tuo, dinginnya cuaca dapat dikalahkan oleh kehangatan dan keramahtamahan penduduk disini. Seperti pak Maniso, lelaki paruh baya yang kami temui secara tidak sengaja tadi malam di rumahnya. Setelah puas berfoto-foto, malamnya kami sempat duduk-duduk di pinggir jalan. Sebelum memutuskan pulang ke rumah Pak De, kami mencari martabak. Sebagian ada yang menemani bang Andre mencari martabak, aku, Indah, Ze, dan Ubi mencari mesjid untuk menumpang buang air kecil. Ternyata mesjid yang ingin kami tumpangi tidak ada toiletnya, jadi kami diantar oleh gharim mesjid untuk menumpangdi rumah sebelah mesjid. Kami semua disambut seperti keluarga yang sudah lama tidak kembali, kami tidak diperlakukan seperti orang asing. Pak Maniso dan sang istri menyambut kami dengan senyuman hangat, padahal kami menumpang toiletnya. Kembali dalam perjalanan ini saya menemukan rumah dan keluarga baru. Saya tidak akan melupakan senyuman hangat mereka.

Begitu juga dengan keluarga pak De tempat kami menumpang selama di Kersik Tuo, kesederhanaan dan keramahtamahannya mampu menghangatkan kota dingin ini. Kami tidak merasa asing di rumah kecil itu, kami seperti sudah keluarga lama. Pagi harinya setelah sarapan pagi, kami bersiap untuk berangkat menuju tugu macan. Kami sengaja berangkat pagi-pagi, supaya dapat tumpangan mobil ke ladang menuju pintu rimba. Karena perjalanan dari tugu macan menuju pintu rimba cukup jauh, ditempuh sekitar kurang lebih 2 jam.

Petualangan pun Dimulai

Sekitar pukul 08.16 WIB, kami tiba di pintu rimba. Sebelum melanjutkan perjalanan, kami menyempatkan diri berdo’a memohon keselamatan kepada sang pencipta. Bang Andre melepas kami di pintu rimba, dan kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos 1. Pukul 08.40, kami tiba di pos 1, beristirahat sejenak sambil berfoto kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos 2. Sekitar 15 menit, kami tiba di pos 2. Kami pun beristirahat sejenak dan mengisi botol-botol air minum, karena di pos 2 terdapat sumber air. Pukul 10.27 kami tiba di pos 3, perjalanan menuju pos 3 sudah mulai terjal dan ini masih pemanasannya.

Selanjutnya perjalanan menuju shelter 1, medan pun sudah semakin terjal dan kelelahan sempat melanda saya, untungnya ada teman-teman yang selalu menyemangati. Ini indahnya mendaki gunung, kebersamaan ketika kelelahan melanda dapat diredam oleh tawa canda dan semangat dari teman-teman. Setelah menempuh kurang lebih 2,5 jam perjalanan kami tiba di shelter 1. Kami pun makan siang di shelter 1 sambil merayakan valentine (karena kebetulan pada saat itu bertepatan dengan tanggal 14 Februari) dengan berbagi cokelat yang di bawa Ze. Setelah makan siang, kami melanjutkan perjalanan menuju shelter 2,

Perjalanan menuju shelter 2 semakin berat, karena medan yang ditempuh semakin terjal. Gerimis pun menemani perjalanan kami yang membuat langkah ini semakin berat. Saya sempat beberapa kali down, tapi berkat semangat dan bantuan dari teman-teman akhirnya saya bisa melanjutkan perjalanan sampai ke shelter 2. Sekitar pukul 17.30 wib, kami tiba di shelter 2 dan mendirikan camp untuk beristirahat semalam sebelum menuju puncak.

Menuju Puncak

Rabu, 15 April 2012 pukul 04.00 WIB, dengan mata berat menahan rasa kantuk dan berjuang melawan dinginnya udara, kami bersiap untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak Kerinci. kami memulai perjalanan subuh, dengan harapan dapat menyaksikan sunrise di shelter 3. Semua peralatan ditinggal di shelter 2, kecuali beberapa logistik dan air hangat. Setelah selesai berkemas, kami pun berangkat menuju shelter 3. Perjalanan menuju shelter 3 dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih satu setengah jam. Meskipun medan yang dilalui sulit dan harus melawan dingin kami tetap semangat untuk meneruskan perjalanan dengan harapan dapat menyaksikan semburat senyum matahari pagi di gunung Kerinci.

Sekitar pukul 5.30, kami akhirnya tiba di shelter 3. Pemandangan lampu kota terlihat seperti bintang dan perpaduan awan menghadirkan keindahan simetris dan kami berada di negeri atas awan. Tetapi harapan yang besar untuk menyaksikan sunrise pun sirna, kabut disertai uap air menghalangi pandangan. Kami pun sepakat untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak. Cuaca pagi itu sangat tidak bersahabat, kabut yang disertai uap air semakin tebal. Kami pun segera mencari celah parit untuk melindungi diri dari dinginnya udara dan uap air.

Kami para cewek berusaha untuk menghibur diri dengan bernyanyi atau bercerita untuk mengusir dingin. Dan doa selalu kami panjatkan agar kabut hilang dan kami selamat. Pada saat itu sempat terlintas tentang kematian. Di saat genting seperti ini, barulah kita sadar betapa berharganya hidup ini. Dari sini saya belajar untuk menghargai hidup dan menyadari bahwa ada keluarga yang menantikan kepulangan saya. Cuaca yang sangat dingin dan uap air semakin lebat, membuat tangan kami kebas dan badan semakin menggigil. Sekitar pukul 09.00 WIB, cuaca sudah mulai membaik, meskipun masih ada kabut tetapi uap air sudah tidak ada lagi. Kami meneruskan perjalanan menuju puncak. Sesekali pemandangan terlihat dan cuaca semakin cerah, dan akhirnya kami pun tiba di tanah tertinggi di Sumatera pada pukul 10.25 WIB. Meskipun aroma belerang tercium dan kabut sangat tebal di puncak, kami tetap mengabadikan momen di puncak Kerinci. Setelah perjalanan panjang dan penuh perjuangan, akhirnya kami dapat menginjakkan kaki di puncak itu, rasa syukur dan tawa haru membuncah. Tak henti-hentinya ucapan syukur kepada Sang Pencipta atas mahakarya-Nya menciptakan alam yang luar biasa.

Setelah puas berfoto, kami pun turun menuju shelter 2 untuk berkemas dan langsung turun ke bawah. Sekitar pukul 17.00 WIB, kami memutuskan turun ke bawah dikarenakan leader kami, Rike ada kegiatan diklat besok pagi. Sebenarnya, perjalanan malam sangat tidak disarankan kepada para pendaki, mengingat banyaknya si Belang (harimau) yang berkeliaran di malam hari. Tetapi karena keadaan memaksa untuk turun, kami pun melanjutkan perjalanan ke bawah. Setelah menempuh perjalanan malam yang cukup menegangkan, akhirnya kami tiba di pintu rimba sekitar pukul 20.30 WIB. Perjalanan ini pun berakhir di rumah Pak De, malam itu kami langsung tidur pulas dan berharap stamina segera pulih agar dapat melanjutkan perjalanan menuju Gunung Tujuh.

Celebration of Environmental Days with Pecinta Alam

Hari ini, tanggal 5 Juni seluruh dunia merayakan hari lingkungan hidup se-dunia. Tadi aku bersama dengan keluarga besar pecinta alam se-Pekanbaru merayakan hari Lingkungan Hidup. Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB di depan kantor Gubernur Riau di dekat bundaran Pesawat berlangsung seru. Sebelumnya, kami berkumpul di depan Pustaka Wilayah (Puswil) Soeman HS untuk mempersiapkan aksi teaterikal dengan body painting dan membagikan bibit pohon. Setelah beres, kami semua berkumpul untuk menuju lokasi dengan berjalan kaki. Di depan bundaran aksi teaterikal ditampilkan dan beberapa teman melakukan orasi, lalu para cewek-cewek ditugaskan membagikan bibit pohon kepada masyarakat di depan persimpangan lampu merah.

Setelah membagikan semua bibit, kami kembali lagi ke tempat awal di depan Puswil untuk beristirahat sejenak dan makan siang. Kami makan siang di pinggir jalan bersama Cut Nyak Dien bersama-sama duduk berjejer. Tidak peduli dengan orang-orang yang melihat kami yang makan beramai-ramai di pinggir jalan. Hhmm.. pengalaman pertama makan di pinggir jalan kayak gembel, tapi seru! Setelah makan siang, kami melanjutkan kegiatan diskusi di Stikes Hang Tuah.

Kegiatannya sih sederhana, dan mungkin ini belum berati apa-apa buat menjaga bumi kita. Tetapi makna dari kegiatan ini sangat luar biasa. Kenapa tidak? Di saat orang-orang yang kurang kesadarannya untukmemperdulikan bumi dan lingkungan hidup di sekitarnya, masih ada sekelompok manusia untuk mengingatkan kembali bahwa menjaga bumi dan lingkungan sekitarnya adalah penting. Disaat orang-orang serakah yang hanya peduli untuk menebalkan kantongnya sendiri dengan membabat hutan, kami masih ada untuk memperingatinya. Disaat orang-orang berlomba-lomba untuk membangun gedung-gedung tinggi dan bangunan-bangunan mewah tanpa melestarikan alam, kami masih ada untuk mengingatkannya.

Kami sadar, kami hanya sekelompok orang-orang kecil, tapi kami mempunyai harapan dan mimpi yang sebesar gunung untuk melestarikan alam, menjaga bumi dan lingkungan hidup. Dan kami akan berjuang untuk mewujudkan mimpi itu. Tujuannya tidak muluk-muluk, hanya untuk kita dan anak cucu kita nantinya. Inilah tugas kami, kelompok pecinta alam!

Aku bangga berada di keluarga ini, berada di kelompok ini, dan aku bangga menjadi bagian darinya.

Puisi Sapardi Djoko Damono

AKU INGIN

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan kata yang tak sempat diucapkan

kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

SAJAK-SAJAK KECIL TENTANG CINTA

mencintai angin
harus menjadi siut
mencintai air
harus menjadi ricik
mencintai gunung
harus menjadi terjal
mencintai api
harus menjadi jilat

mencintai cakrawala
harus menebas jarak

mencintai-Mu
harus menjelma aku

ANGIN

“Seandainya aku bukan ……

Tapi kau angin!

Tapi kau harus tak letih-letihnya beringsut dari sudut ke sudut kamar,

menyusup celah-celah jendela, berkelebat di pundak bukit itu.

“Seandainya aku . . . ., .”

Tapi kau angin!

Nafasmu tersengal setelah sia-sia menyampaikan padaku tentang perselisihan antara cahaya matahari dan warna-warna bunga.

“Seandainya ……

Tapi kau angin!

Jangan menjerit:

semerbakmu memekakkanku.

BUNGA

mawar itu tersirap dan hampir berkata jangan ketika pemilik

taman memetiknya hari ini; tak ada alasan kenapa ia ingin berkata

jangan sebab toh wanita itu tak mengenal isaratnya — tak ada

alasan untuk memahami kenapa wanita yang selama ini rajin

menyiraminya dan selalu menatapnya dengan pandangan cinta itu

kini wajahnya anggun dan dingin, menanggalkan kelopaknya

selembar demi selembar dan membiarkannya berjatuhan menjelma

pendar-pendar di permukaan kolam

Perahu Kertas,

Kumpulan Sajak,

1982.

KUTERKA GERIMIS

Kuterka gerimis mulai gugur

Kaukah yang melintas di antara korek api dan ujung rokokku

sambil melepaskan isarat yang sudah sejak lama kulupakan kuncinya itu

Seperti nanah yang meleleh dari ujung-ujung jarum jam dinding yang berhimpit ke atas itu

Seperti badai rintik-rintik yang di luar itu

KAMI BERTIGA

dalam kamar ini kami bertiga:
aku, pisau dan kata —
kalian tahu, pisau barulah pisau kalau ada darah di matanya
tak peduli darahku atau darah kata

 

 

 


Kopi Hitam Bisa Meningkatkan Metabolisme Tubuh

kopi5-ts-dlmKunci untuk tetap langsing dan menurunkan berat badan adalah dengan mempercepat sistem metabolisme. Selain olahraga, kopi hitam ternyata juga bisa membantu meningkatkan metabolisme tubuh.

Hal utama yang menyebabkan cepat atau lambatnya kenaikan berat badan adalah sistem metabolisme dan proses pembakaran kalori. Semakin tinggi metabolisme, maka makanan lebih cepat dicerna dan membakar kalori lebih besar, sehingga tidak menyebabkan adanya timbunan lemak di tubuh.

Metabolisme adalah proses tubuh yang mengubah makanan dan minuman yang dikonsumsi menjadi energi. Selama proses biokimia yang kompleks, kalori dalam makanan dan minuman yang dikombinasikan dengan oksigen akan melepaskan energi yang dibutuhkan untuk fungsi tubuh.

Kopi hitam adalah salah satu minuman yang dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh Anda. Selain bebas lemak, kopi hitam (tanpa gula) juga bebas kalori yang dapat memainkan peran dalam penurunan berat badan.

Beberapa studi menunjukkan bahwa kafein dalam kopi hitam dapat bertindak sebagai penekan nafsu makan sementara, sehingga dapat mengurangi keinginan untuk makan, seperti dilansir MayoClinic, Selasa (31/5/2011).

Kafein juga dipercaya dapat memberi dorongan sementara untuk metabolisme tubuh. Dalam hal ini, tubuh akan mencerna makanan untuk menghasilkan energi dan panas sedikit lebih cepat dari biasanya. Proses ini dikenal sebagai thermogenesis.

Kafein juga dapat merangsang aktivitas fisik, yang membakar kalori tambahan. Jika kafein membuat Anda merasa lebih terjaga, Anda dapat membakar kalori lebih banyak baik melalui thermogenesis dan gerakan fisik meningkat. Namun, dampak kafein pada thermogenesis berbeda dari orang ke orang.

Untuk beberapa individu, kafein dalam kopi hitam juga bertindak sebagai diuretik. Ini berarti bahwa kafein menimbulkan ekskresi air yang lebih besar dari tubuh yaitu dalam bentuk urine.

Oleh karena itu, kopi hitam bisa mendorong penurunan berat badan melalui hilangnya air dari tubuh. Namun, penurunan ini biasanya tidak permanen, karena tubuh tidak kehilangan lemak apapun.

http://health.detik.com/read/2011/05/31/083122/1650545/766/kopi-hitam-bisa-meningkatkan-metabolisme-tubuh

Magical of Mountain Climbing

Mendaki gunung. Sebagian orang ada yang beranggapan mendaki gunung adalah aktifitas buat orang yang tidak ada kerjaan, yang membuang energi, waktu dan uang. Tapi, bagi aku mendaki gunung adalah sebuah aktifitas dan kegiatan yang sangat-sangat menarik. Ada beberapa hal yang membuat aku menyukai mendaki  gunung :

– Ingin merasakan awan. Yap! Ini adalah alasan pertama kali aku ingin mendaki gunung. Dulu, aku sangat penasaran banget gimana sih rasanya megang awan dan dilewatin awan. Dan akhirnya rasa penasaran itu terbayarkan juga ketika untuk pertama kalinya aku mendaki gunung. Gunung yang menjadi pendakian perdanaku adalah gunung Talang yang terletak di kota Solok, Sumatera Barat. Hhmm.. rasanya sulit dijelaskan ketika aku dilewati awan, wajah kita serasa dibelai lembut, dingin tapi kering, bisa dirasakan tetapi nggak bisa dipegang. Takjub banget sama ciptaan Tuhan yang satu ini.

 DSC00817merasakan awan

DSC00890

nunggu awan lewat..

– Bunga Edelwis. Bunga yang melambangkan keabadian ini sering aku lihat ketika dia sudah mengering dan mekar. Aku penasaran pengen liat bunga Edelwis yang masih segar, menguncup, dan masih di batangnya. Ternyata, bunga ini lebih indah ketika dia masih segar dan di tempatnya. Makanya, aku nggak suka metik bunga ini ketika ke gunung, walaupun sempat metiknya juga sedikit, maklum pendakian perdana. Tapi, besok-besok kalau mendaki lagi aku janji nggak bakal metiknya lagi.    Continue reading

BAURAN PEMASARAN (MARKETING MIX)

Bauran pemasaran atau marketing mix adalah kumpulan dari variabel-variabel pemasaran yang dapat dikendalikan yang digunakan oleh suatu badan usaha untuk mencapai tujuan pemasaran dalam pasar sasaran[1]. Dalam bukunya, Sofjan Assauri mendefinisikan bauran pemasaran merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel mana yang dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi reaksi para pembeli atau konsumen. Jadi, bauran pemasaran terdiri dari himpunan variabel yang dapat dikendalikan dan digunakan oleh perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen dalam pasar sasarannya.

            Seperti diketahui, strategi pemasaran adalah suatu himpunan asas yang secara tepat, konsisten dan layak dilaksanakan oleh perusahaan guna mencapai sasaran pasar yang dituju dalam jangka panjang dan tujuan perusahaan jangka panjang, dalam situasi persaingan tertentu[2]. Dalam strategi pemasaran ini, terdapat Strategi Acuan/Bauran Pemasaran yang menempatkan komposisi terbaik dari keempat komponen atau variabel pemasaran, untuk dapat mencapai sasaran pasar yang dituju, dan sekaligus mencapai tujuan dan sasaran perusahaan.

            Bauran pemasaran terdapat empat komponen, yaitu :

  1. Produk
  2. Harga
  3. Distribusi
  4. Promosi

Keempat strategi tersebut saling mempengaruhi, sehingga semuanya penting sebagai satu kesatuan strategi, yaitu Strategi Acuan/Bauran. Sedangkan strategi bauran pemasaran nin merupakan bagian dari strategi pemasaran, dan berfungsi sebagai pedoman dalam menggunakan unsur-unsur atau variabel-variabel pemasaran yang dapat dikendalikan pimpinan perusahaan, untuk mencapai tujuan perusahaan dalam bidang pemasaran.

            Menurut E. Jerome dan Wiliam, bauran pemasaran dapat digambarkan melalui diagram seperti di bawah ini.

 

            Pada diagram di atas menekankan adanya hubungan erat keempat besaran variabel itu dan pelanggan (P) sebagai fokus bersama. Pelanggan dikelilingi oleh keempat variabel itu. Sebagian orang berasumsi bahwa pelanggan adalah bagian dari bauran pemasaran, yang sebenarnya tidak demikian. Pelanggan seyogianya merupakan target dari semua upaya pemasaran. Pelanggan (P) ditempatkan sebagai inti lingkaran untuk menunjukkan hal itu[3]. Continue reading

Bahaya Perokok Pasif

Semua orang di dunia pasti tahu dampak negatif rokok, bahkan si perokok itu sendiri. Tapi apa mereka tahu bahwa rokok juga bisa membahayakan orang yang bukan perokok? hmm .. kok bisa ya??

Lebih  Bahaya Pasif atau Aktif ?

Perokok pasis yang disebut secondhand smoke (SHS) or evironmental tobacco smoke (ETS) adalah orang-orang yang terpaksa harus menghirup asap rokok yang dihembuskan oleh perokok aktif.

Walau nggak langsung menghisap rokok, resiko terganggunya kesehatan perokok pasif sebenarnya nggak jauh berbeda dengan perokok aktif. Keduanya sama-sama menghirup asap yang dihasilkan dari pembakaran rokok. Tapi perokok pasif terbilang lebih dirugikan karena sebenarnya dia mendapat dampak negatif dari sesuatu yang nggak dilakukannya.

Hmmm, nggak enak kan kalau kita harus menanggung “hukuman” akibat dari “dosa” yang dilakukan orang lain? Derita perokok pasif bertambah karena mereka juga menghirup asap rokok yang kemungkinan udah bercampur dengan pencemaran lingkungan lainnya seperti asap kendaraan bermotor, polusi udara, dsb. Padahal yang seperti kita semua tahu, tanpa campuran itupun, asap rokok sudah sangat berbahaya karena di dalam rokok terdapat :

  • TAR atau Total Aerosol Residue, semacam zat sisa pembakaran tembakau yang sifatnya menempel pada paru-paru.
  • Karbon Monoksida atau CO, gas beracun yang mengakibatkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen.
  • Nikotin, salah satu jenis obat perangsang yang merusak fungsi jantung dan membuat pemakainya kecanduan.

3 zat di atas merupakan zat yang paling berbahaya yang terkandung dalam sebatang rokok. Tapi rokok juga terdiri dari sekitar 4000 zat lain yang juga sama bahayanya, antara lain:

  • Hidrogen Cyanide, gas yang sering dipakai untuk mengeksekusi terpidana hukuman mati
  • Ammonia, zat kimia yang terkandung di caoran pembersih lantai
  • Methanol, bahan bakar roket
  • Butane, bahan pembuat korek api

Sekitar 4000 bahan kimia yang terkandung dalam rokok adalah zat karsinogen atau bisa menimbulkan kanker. Dan dari sebatang rokok, asap yang terhirup hanya 15% saja. Sisanya terbuang ke lingkungan dan dihirup perokok pasif. Asap rokok yang dihirup oleh perokok pasif disebut side-stream smoke (asap samping).

Tapiiii.. perokok pasif juga punya kemungkinan menghirup mainstream smoke (asap utama yang dihisap perokok) jika jaraknya cukup dekat dengan perokok aktif. Mainstream dan sidestream yang terpaksa dihisap oleh perokok pasif, kandungan bahan kimianya lebih tinggi dibandingkan dengan asap rokok utama yang masuk ke tubuh si perokok aktif. Hal ini disebabkan karena tembakau terbakar pada temperatur yang lebih rendah ketika rokok sedang dihisap dan ini menyebabkan pembakaran menjadi kurang sempurna yang efeknya akan mengeluarkan lebih banyak bahan kimia. Tapi jangan dijadikan fakta di atas sebagai pembenaran untuk kamu jadi perokok aktif. Bagaimanapun, perokok aktif jelas lebih beresiko terserang lebih banyak penyakit mematikan. Continue reading