Sang Pemimpin

Tadi siang secara tidak sengaja aku membaca buletin yang diterbitkan sebuah maskapai penerbangan nomor satu di Indonesia yang membahas mengenai kepemimpinan.

sop

Pemimpin. Salah satu hal yang pasti dialami oleh setiap manusia, karena pada hakikatnya setiap manusia adalah pemimpin. Yang paling awal menjadi pemimpin bagi diri sendiri, lalu pemimpin di keluarga, lingkungan sekitar, meluas pemimpin di tempat kerja, sekolah, organisasi, dan seterusnya. Bahkan wanita pun memiliki peran pemimpin. Dalam skala kecil, ia pemimpin bagi anak-anaknya atau juga memimpin para pembantu yang bekerja di rumahnya. Bahkan sekarang, semakin banyak pemimpin sebuah negara adalah wanita.

Memimpin atau dipimpin adalah siklus natural dalam kehidupan manusia. Seorang pemimpin adalah orang yang diikuti dan memiliki pengaruh besar atau kecil, tetapi dalam pengaruhnya ia bisa menggerakkan orang lain untuk mengikuti anjuran  atau perintahnya. Ki Hajar Dewantara, tokoh dan pelopor pendidikan di Indonesia yang mendirikan perguruan Taman Siswa yang merupakan pemimpin yang patut dicontoh model kepemimpinannya. Kepemimpinan model Ki Hajar Dewantara adalah di depan memberikan teladan, di tengah menggerakkan, dan di belakang memberikan dorongan.

Ketika pemimpin berada di depan, ia harus menjadi panutan, role model, contoh yang ditiru oleh orang yang dipimpin. Betapa peran ini menuntut tanggung jawab moral yang besar, karena ucapan, tindakan, dan sikap akan menjadi acuan dan dipatuhi. Oleh karenanya, pemimpin harus respectable, dihargai, dan disegani. Ingat! Penghargaan datang karena kualitas, bukan karena jabatan atau pangkat.

Ketika pemimpin berada di tengah orang yang dipimpin, ia harus mampu menggerakkan, memotivasi, dan mengatur sumber daya yang ada (empowering). Meskipun setiap orang pada hakikatnya memiliki kemampuan untuk memotivasi diri, dan juga berbakat memimpin, namun ketika dia menjadi orang yang dipimpin diperlukan motivasi dan dorongan dari luar dirinya untuk mencapai goal tertentu. Berada di tengah orang yang dipimpin, seorang pemimpin harus bersedia mendengarkan pendapat, menghargai orang yang dipimpin sama seperti dia menghargai dirinya sendiri. Tidak minta untuk diistimewakan, dan memperlakukan semua orang setara. Maka, berjiwa besar, hati yang lapang, dan kepribadian yang bersahaja adalah ciri seorang pemimpin sejati untuk mampu menggerakkan orang lain demi mencapai tujuan bersama. Ketika ia berada di tengah dia akan mendorong yang di depan dan menarik yang di belakang.

Pemimpin juga diperlukan kehadirannya di barisan belakang. Seorang pemimpin dapat memberikan dorongan pada orang yang dipimpin untuk terus maju dan tetap mengikuti barisan di depan agar konsisten dan setia pada tujuan mulianya. Bila diandaikan barisan itik, maka pengembala itik akan berada di belakang untuk mengarahkan jalan para itik agar tidak melenceng kemana-mana. Setiap orang memiliki kemampuan dan talenta masing-masing, dan pemimpin sejati akan memberikan dorongan pada mereka, sekaligus mengarahkan agar tetap pada tujuan dan memastikan semua bekerja sesuai arah  dan strategi yang ditetapkan.

Bila filosofi ini kita maknai di kehidupan sehari-hari dalam peran kita sebagai pemimpin untuk diri sendiri, atau sebagai pemimpin dalam keluarga kecil kita, yakinlah bahwa kualitas hubungan antar sesama, orang tua-anak, majikan-pembantu, RT-warga, manajer-karyawan bukan lagi vertikal sebagaimana atasan bawahan yang mengandung ketidak-setaraan, powerfull-lesspowerfull, melainkan partnership yang equal atas dasar hubungan yang respectfull. Saling menghargai.

Seandainya seluruh pemimpin, memiliki sifat pemimpin yang sejati. Alangkah indahnya negeri ini!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s