Sepenggal Kisah

Aku mengira proses berdamai dengan kenyataan hidup yang menyakitkan ini mudah untuk dilalui. Aku pikir aku tidak akan merasa sakit dan aku pun mengira aku siap untuk menghadapinya. Ternyata, proses ini sangat sulit dan melelahkan.

Aku ingat malam itu, ketika dia akhirnya mengatakan semuanya bahwa dia menyayangiku dan menginginkanku lebih dari sekedar teman, tetapi dia sudah memiliki seseorang dan tidak bisa memutuskan untuk memilih salah satu diantaranya, aku merasa lega sekaligus kecewa.

Lega karena akhirnya semua pertanyaan yang hadir dibenakku tentang sebentuk perhatiannya, kecemburuannya, dan sikapnya terjawab sudah. Dan kecewa, karena harapanku untuk menginginkan dia secara utuh sia-sia.

Pada saat itu semuanya terasa abu-abu. Aku tidak bisa menggambarkan perasaanku seperti apa. Apakah aku harus tertawa atau menangis, bahagia atau sedih, bahkan lega atau kecewa. Aku bingung dengan perasaanku malam itu. Ketika dia mengatakan semuanya, aku hanya bisa tersenyum sumringah dan mengatakan,” Aku baik-baik saja. Jalani saja apa yang sudah kamu jalani selama ini. Aku tidak apa-apa, Totally I’m fine”.

Tapi kenyataannya, aku tidak baik-baik saja, aku sakit, aku kecewa dan aku terluka. Karena aku sadar, bahwa aku cuma selingan dalam hidup dia ketika dia sedang jenuh dengan hubungannya. Aku merasa bodoh, yah aku bodoh! Karena membiarkan dia masuk begitu saja dan aku dengan lengan terbuka untuk menerima segala bentuk pelampiasan atas kebosanan hubungan yang dilaluinya. Dan aku terjebak di dalamnya. Terjebak dengan segala harapan-harapan semu bahwa dia mencintaiku dan berharap rasa itu akan bersatu. Dan pada kenyataannya, itu salah besar.

Sekarang ketika dia sudah merasa cukup dengan selingan itu, dia kembali kepada tujuan utamanya, melanjutkan hubungannya. Dia bisa menlanjutkan hidup tanpa beban dan indahnya lagi, dia tidak sendirian. Sementara aku disini hanya sendiri dan tersenyum pahit. Mencoba menjalani hidup tanpa dia sambil berharap ada sesuatu di balik semua ini. Dan terus percaya bahwa Tuhan punya rencana.

Sambil berjalan aku berusaha untuk memungut kepingan-kepingan hati yang sudah rusak dan berusaha menyatukan dan memperbaikinya. Mencoba bertahan dalam kesendirian itu tanpa adanya pengobat hati. Semangat dan gairah hidup menguap kemana-mana dan sempat terlintas untuk lari dari kenyataan. Tetapi, aku mencoba berdamai dengan kenyataan ini dan mencoba mengerti bahwa ini adalah proses yang sulit. Dan terus berusaha untuk mengerti meskipun ini proses yang sulit tetapi apabila berhasil melewatinya akan membuat langkah hidup lebih ringan.

Kini, aku tidak akan pernah berharap dia kembali kesini karena itu tidak akan terjadi. Meskipun aku sangat menginginkannya, sudah menjadi prinsipku apabila aku terlibat dalam cinta seperti ini, aku lebih memilih mengalah meskipun rasa ini begitu besar. Karena aku sadar, rasa itu tidak bisa dipaksakan, rasa itu mengalir dengan sendirinya. Dan sekarang, semua rasa ini kuserahkan saja pada waktu, biarlah waktu yang mengkadaluwarsakannya.

Buat kamu..

Terima kasih buat sebentuk perhatian itu, genggaman tangan yang menenangkan, dekapan yang hangat, canda tawa itu dan semangat yang kamu berikan. Terima kasih juga karena kamu sempat membuatku dapat merasakan menjadi wanita yang sempurna dan bahagia. Meskipun itu sebentar, tapi aku berterima kasih untuk semuanya.

Dan sekarang, kamu dan aku hanya sepenggal kisah lama yang tidak akan pernah aku lupakan. Agar suatu saat jika aku merindukanmu, aku bisa mengingat-ingat kisah itu. Dan aku harap, kamu juga mengingatnya karena kita pernah menjadi sebuah kisah. Kisah yang manis dan indah, meskipun berujung perih, yang pastinya perih buatku.

Sekarang biarlah kita melanjutkan kisah masing-masing, kamu merangkai kisah dengan dia dan aku sedang membuat sebuah kisah entah dengan siapa. Doakan saja aku di sini menemukan seseorang yang lebih dari kamu.

Thank’s for everything

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s